Taraka Napak Archapadha

actually i don't know why i wrote "Taraka Napak Archapadha" as the title of my blog. Taraka is my son's name, it comes from "Java Kawi" language, it means star. Star is always be there in the sky that's why i put this title on the top of my blog. Writing is just like hanging my dream above the sky, as the way we try to reach the star. If you believe the power of your dream, dream will come true.. every letter that i write is every second i make a dream... and i believe, someday i will :)

Monday, July 9, 2012

Resiko MPASI Dini

copas dari grup tambah asi, tambah cinta


Resiko pemberian MPASI terlalu dini(Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005)
Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MPASIdi usia < 6 bl. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO &IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahanapapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bl pertama kehidupanseorg anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkanMPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb.

Alasan menunda pemberian MPASI
Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bl ?!Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bl) umur 4 blaja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bl. Dan banyak yang berpendapat gakada masalah apa-apa tuh dg anaknya.
Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikianjuga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubahberdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebihdari 5th yg lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia4 bl. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkanbanyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan >6bl.
Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?!

1.Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit.
Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASIdini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman.Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir daripeneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelumia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, danpanas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagipenelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.

2.Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatifsempurna dan siap menerima MPASI.
Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzimamilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.

3.Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makananSaat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungandari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun danterjadi alergi.

4.Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas dikemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.
Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibatpemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapaMPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl.

Masih banyak yg mengenalkan MPASI < 6 bl
Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MPASI keanaknya sebelum berumur 6 bl ? Banyak sekali alasan kenapa ortumemberikan MPASI < 6 bl. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknyakelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak adarelevansinya banyak yg beranggapan ini benar. Kenapa ? Karena belumsempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah &memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gakkenyang. Padahal menangis bukan semata2 tanda ia lapar.
Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita spt ortu terdahulubahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bl.Malah sekrg jadi orang.
Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak adadukungan spt alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayiyg belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bl.

Aturan MPASI setelah 6 bulan : Karena < 6 bl mengandung resiko
Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukanpenelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadimasalah utk kita tapi belum tentu utk yg lain.Misalkan, ilustrasinya sama spt aturan cuci tangan sebelum makan. Adaanak yg dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia barubermain2 dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa2. Sedangkan satu waktu ataudi anak yg lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalamigangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya.Demikian juga dengan pemberian MPASI pada anak terlalu dini. Banyak yangmerasa ”anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan”.Sehingga hal tsb menjadi ”excuse” atau alasan utk tidak mengikuti aturanyg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipulapenelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan danhasil riset yg ada masih terbatas dan ”kurang” bagi beberapa kalangan.Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang.
Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak <6 bulan bukan hanya berlaku utk bayi yg mendapatkan ASI eksklusif. Tetapijuga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed).
Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika kita tahu ada resiko dibalikpemberian MPASI < 6 bl, maka mengapa tidak kita menundanya. Apalagi banyaksekali penelitian & kasus yang mendukung hal tsb.
Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MPASi 6bl, alangkah baiknya dipertimbangkan dg baik untung ruginya bagi anak,bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaikutk sang anak.

Sumber :
Solid Food in Early Infancy increases risk of Eczema, from original source: Fergusson DM et al Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a10-year longitudinal study Pediatrics 1990 Oct; 86:541-546.[Medlineabstract][Download citation]
World Health Organization (WHO). Infant Feeding Guidelines. 2003.Information for Health Professionals on Infant Feeding.www.who.int/health_topics/breastfeeding/en/
World Health Organization (WHO). 2003. Global Strategy for Infant andYoung Child Feeding. www.who.int
World Health Organization (WHO). Complementary feeding. Report of theglobal consultation. Summary of guiding principles. Geneva, 10-13 December2001. www.who.int
The introduction of solids in relation to asthma and eczema.A Zutavern, E von Mutius, J Harris, P Mills, S Moffatt, C White and PCullinan. http://adc.bmjjournals.com/cgi/content/abstract/89/4/303
AAP. 1990. Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-yearlongitudinal study. DM Fergusson, LJ Horwood and FT Shannon.http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/abstract/86/4/541
NCBI. Protective nutrients and bacterial colonization in the immaturehuman gut. Dai D, Walker WA.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=10645469&dopt=Abstract
Relation between early introduction of solid food to infants and theirweight and illnesses during the first two years of life. Forsyth JS,Ogston SA, Clark A, Florey CD, Howie PW. Dept of Child Health, NinewellsHospital and Medical School, Dundee.

No comments:

Post a Comment